CIREBON – Alam terpelihara, pangan terjaga. Ungkapan itu menjadi semangat yang dijalankan oleh Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Sarongge, yang berlokasi di Desa Ciawigajah, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon.
Sebagai salah satu P4S binaan Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Sarongge kini dikenal sebagai contoh penerapan pertanian ramah lingkungan berbasis ekonomi sirkular di tingkat desa.
Melalui berbagai inovasi, P4S Sarongge berhasil mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah dan limbah pertanian. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang semula dianggap tidak berguna, seperti sisa makanan, daun kering, dan kotoran ternak, mereka menghasilkan pupuk organik padat dan cair berkualitas tinggi. Pupuk ini digunakan kembali oleh para petani untuk memperbaiki struktur tanah dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Selain itu, P4S Sarongge juga mengembangkan briket sebagai sumber energi alternatif dari limbah organik, yang ramah lingkungan dan ekonomis. Upaya ini tidak hanya membantu mengurangi emisi karbon, tetapi juga membuka peluang usaha baru di desa.
Tidak berhenti di situ, limbah plastik yang selama ini menjadi permasalahan lingkungan, diolah menjadi produk kreatif bernilai jual tinggi, seperti tas, pot tanaman, hingga pernak-pernik rumah tangga. Produk-produk tersebut dipasarkan di lingkungan sekitar dan bahkan mulai menarik perhatian dari luar daerah.
Dengan mengusung semangat “Sampah menjadi berkah”, P4S Sarongge membuktikan bahwa menjaga alam dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Inovasi yang dilakukan bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memperkuat ekonomi desa melalui pemberdayaan warga, terutama kelompok petani dan ibu rumah tangga.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari pendampingan dan pembinaan BBPP Lembang, yang terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian dan pengelolaan lingkungan. Melalui pelatihan, pendampingan teknis, dan dukungan kelembagaan, BBPP Lembang membantu menjadikan P4S Sarongge sebagai model sukses kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat desa.
Kini, P4S Sarongge menjadi kebanggaan Desa Ciawigajah, sekaligus inspirasi bagi banyak daerah dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Apa yang dilakukan di Sarongge membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil di desa — dari tangan-tangan petani yang peduli pada alam dan masa depan pangan Indonesia.